5 Hal Penting dalam Memulai Bisnis Franchise/Waralaba

Minat masyarakat terhadap investasi di bidang bisnis kian meningkat, secara tidak langsung mendorong pertumbuhan franchise yang ada di Indonesia yang mana turut serta meningkat.

Beragam jenis penawaran investasi melalui kemitraan (franchise) mendapatkan respon yang cukup baik dari calon investor/francisee. Yang bisa kita lihat dengan seiring menjamurnya berbagai macam produk di pasar yang saat ini lebih banyak ditawarkan dengan sistem franchise.

Menjalankan bisnis franchise memang cukup menjanjikan. Selain kemunkinan keuntungan yang  relatif cukup tinggi, peluang bisnis franchise dikembangkan dengan manajemen yang benar-benar matang. Sehingga untuk dijadikan sebagai cabang bisnis, franchise memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan bisnis non-franchise. Beberapa keunggulan yang ada dalam kemitraan di antaranya, masalah permodalan yang jelas, dukungan sistem dan manajemen yang mumpuni, serta dukungan media pemasaran. Tidak heran bila saat ini banyak calon investor yang tertarik untuk menjalankan bisnis franchise, karena pada dasarnya franchise bisa dibilang salah satu alternatif yang cukup mudah bagi para pemula bisnis untuk merintis karir bisnisnya.

Meskipun demikian untuk dapat menjalankan bisnis franchise secara optimal tidaklah semudah yang kita bayangkan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha baik yang menawarkan sistem kemitraan (franchisor), franchisee (yang membeli kemitraan), maupun investor, sebelum mereka menjalankan usaha. Apa saja persiapan yang perlu diperhatikan?

Berikut tips-tips memulai bisnis franchise, sebagai referensi Anda sebelum memulai bisnis tersebut.

 

expert franchise buying tips

(sumber: https://goo.gl/rsJb0I)

 

Pertama, siapkan diri Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Berpikirlah ke pola pikir seorang entrepreneur yang berani mengambil tantangan sebagai suatu peluang.

Ke-dua, pelajari peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan franchise sebelum Anda membuka kemitraan atau bergabung dengan kemitraan yang ditawarkan oleh franchisor. Misalnya  Peraturan Pemerintah RI No.42 Tahun 2007 yang berisi tentang kriteria bisnis franchise atau waralaba beserta persyaratan dalam membuat prospektus penawarannya.

Ke-tiga, tingkatkan kemampuan Anda dalam berinteraksi dan membina hubungan baik dengan banyak orang. Menjadi seorang pengusaha menuntut Anda untuk selalu melakukan komunikasi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak. Misalnya saja ketika mendelegasikan tugas kepada karyawan Anda, berkomunikasi langsung dengan para supplier dan konsumen atau membangun jaringan bisnis dengan calon investor.

Ke-empat, siapkan modal usaha yang cukup. Menjadi seorang franchisor maupun franchisee tentunya membutuhkan modal usaha yang tidak sedikit. Tidak hanya modal awal untuk memulai usaha saja yang perlu Anda siapkan, namun setidaknya Anda juga mempersiapkan dana cadangan untuk mencukupi biaya operasional selama usaha Anda berjalan kelak.

Ke-lima, jadilah seorang yang ahli sebelum akhirnya menjalankan franchise. Saat ini banyak franchisor dan franchisee yang menjalankan bisnis franchise secara “coba-coba”.

Sukses menjalankan bisnis franchise tentunya menjadi impian bagi semua franchisor maupun franchisee. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memulai bisnis franchise, sebaiknya bekali diri Anda dengan beberapa persiapan yang matang. 

 

 


sumber: bisnisukm.com 

 

Tentang Kami

Pusat Informasi Pariwisata dan Direktori Bisnis Jawa Tengah. Pentingnya menjaga Eksistensi Usaha Anda dengan mempromosikan profil usaha secara Online melalui VisitJateng.com.

Posting Terbaru

Statistik Website