Wahyu Widodo, Kisah di Balik Bisnis Jahe Merah

Wahyu Widodo (19), sempat ditentang orang tuanya untuk menjadi pengusaha jahe merah. Hingga pada November 2014, Wahyu mendapat ajakan untuk ikut pelatihan di perpustakaan daerah di Kabupaten Sragen.

Wahyu menjadi peserta untuk literasi internet di perpustakaan yang disponsori oleh Coca Cola Foundation.

Usai pelatihan, tekat Wahyu semakin bulat untuk menjadi seorang pengusaha bibit jahe merah. Sebelum juga sebelumnya, Wahyu telah mendapatkan cukup informasi tentang jahe merah melalui internet.

Sempat ditolak saat meminta modal kepada orang tuanya, Wahyu mencoba meminta kepada kakaknya, dan dia diberi modal Rp 200 ribu.

Dengan berbekal modal Rp 400 ribu itu, Wahyu mengembangkan bibit jahe merahnya. Namun, setelah satu bulan mencoba, hasilnya tidak sesuai harapan. Ia kemudian mencari informasi lebih dalam mengenai menanam bibit jahe di perpustakaan daerah, termasuk dengan menelusurinya melalui internet.

Setelah mencobanya lagi, Wahyu merasakan keberhasilan. Pada awal pemasarannya Wahyu mencoba memasarkan jahenya secara online di laman facebooknya dengan menampilkan foto-foto hasil budidaya jahenya.

Pesanan pertama Wahyu datang dari pembeli di Solo. Ia bersama kakaknya mengantar pesanan tersebut secara langsung dengan menggunakan sepeda motor.

Keesokan harinya, ia menerima pesanan dari Purworejo. Dan lagi, Wahyu sendiri yang mengantarkannya, yang saat itu ia belum mengenal jasa pengiriman paket.

Dari dua pembeli itulah, ia balik modal. Wahyu kemudian memasang iklan setiap minggu. Sejak Januari 2015 hinga saat ini, pesanan bibit jahe merahnya telah mencangkup Pulau Jawa dan Sumatera.

Berkat usahanya Wahyu mampu membiayai kuliah dan biaya kostnya di jurusan Agribisnis di Universitas Muhamadiyah, Yogyakarta.

1Wahyu diundang oleh Coca Cola Foundation untuk memberikan kesaksian mengenai kisah suksesnya sebagai pengusaha setelah “bersentuhan” dengan perpustakaan. Pada sebelumnya, Coca Cola Foundation bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation sejak 2011 silam dengan memberikan bantuan dana kepada 114 perpustakaan daerah di desa dan kabupaten melalui program PerpuSeru.

 


Sumber: m.tempo.co/Martha Warta Silaban

Bagikan Informasi ini ke :

Tentang Kami

Pusat Informasi Pariwisata dan Direktori Bisnis Jawa Tengah. Pentingnya menjaga Eksistensi Usaha Anda dengan mempromosikan profil usaha secara Online melalui VisitJateng.com.

Posting Terbaru

Statistik Website